Wujud Pijar Lensa

Distribusi spasial pijar lensa umumnya terwujud dalam beberapa pijar bintang, cincin, atau lingkaran yang berjajar sepanjang gambar. Pola pijar lensa biasanya tersebar luas dalam pandangan dan berubah posisi seiring pergeseran kamera secara relatif terhadap sumber cahaya, dilacak berdasarkan posisi cahaya dan memudar seiring pergerakan kamera yang menjauhi sumber cahaya dan berangsur akan hilang sama sekali dari pandangan. Distribusi ruang dari pijar bergantung dari bentuk apertur elemen pembentuk citra. Sebagai contoh, jika lensa memiliki apertur bersisi 6, maka pijar akan berbentuk pola heksagonal (segi enam).

Tercecernya cahaya secara internal juga terjadi pada mata manusia, dan termanifestasi pada rasa silau ketika menatap cahaya terang atau permukaan yang memantulkan cahaya. Dalam beberapa situasi, bulu mata juga menciptakan efek tak biasa seperti pijar, meskipun secara teknis hal ini disebut difraksi artifak.

Ketika sumber cahaya terang bersinar pada lensa tetapi tidak pada kawasan pandangan, pijar lensa akan muncul sebagai kabut yang membuat gambar kabur dan mengurangi kontras. Hal ini dapat dihindari dengan menaungi lensa dengan peneduh seperti payung, karena keperluan inilah maka perangkat seperti tudung lensa dirancang. Dalam studio, gobo atau beberapa helai tudung seperti daun jendela, dapat dipasang pada lampu studio untuk mencegah sinar mengarah langsung pada kamera. Lensa modern juga menggunakan pelapis lensa untuk mengurangi jumlah pantulan dan meminimalisasi pijar.

ketika menggunakan lensa anamorfik, seperti pada sinematografi analog, pijar lensa dapat muncul sebagai haris horisontal. Hal ini lazim terlihat pada lampu kendaraan pada adegan malam hari, dan kadang diinginkan untuk memberikan efek khas film.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kontraalto

Cakrawala

Cara Memegang Badik